Manusia lahir di dunia, tanpa mengetahui tugasnya. Ia tiba-tiba terlempar begitu saja, tanpa pernah ingin, dan tanpa pernah mau. Tanpa ada secuil pun kehendak, ia dipaksa hidup. Namun, ironisnya, ia pun dipaksa mati. Untuk apa sebenarnya kita memulai (hidup),...
Cukup cinta yang platonis, jangan isi kepala! -St. I Nyoman A. W Sejak Platon, filsafat menampakan diri sebagai wajah politis. Metode Sokratik yang diciptakan tidak lebih dari wajah ideologis untuk membunuh lawan politik Platon, yakni Kaum Sofis. Dalam beberapa kesempatan, Kaum...
Serangkaian peraturan perihal garam yang ditetapkan pemerintah Inggris membuat India kehilangan kesempatan untuk mengambil dan memproduksi garam di tanahnya sendiri. Peraturan yang merugikan itu ditentang dengan sebuah pawai yang dipimpin Gandhi pada pada bulan awal tahun 1930. Dari Ashram...
Artikel ini merupakan alih bahasa dari tulisan Chantal Mouffe berjudul In Defence of Left-Wing Populism yang terbit di The Conversation pada 29 April 2016. Artikel yang merupakan bagian dari seri Democracy Futures ini memajukan populisme sayap-kiri sebagai lawan atas...
Penulis melihat bahwa pembahasan mengenai posisi dan martabat perempuan menjadi isu yang krusial di Indonesia. Dapat dilihat dari berbagai argumentasi yang dibangun oleh tokoh-tokoh “agamawan” berpengaruh Indonesia, perihal posisi dan martabat perempuan. Salah satu contohnya adalah Felix Siauw. Siauw (2018)...
Bagi kita, kehendak untuk percaya menjadi kebutuhan primer sebelum kita mengatakan ‘iya’ terhadap hidup. Instrumentasi dari totalitas kelayakan dalam hidup diukur dari sejauh mana kita memiliki keteguhan akan suatu pegangan. Kehendak untuk percaya lalu menjadi primadona bagi seluruh tatanan...
Benarkah “kematian” adalah hal yang nyata? Pernahkah berusaha untuk memahami bahwa kematian hanya sebagai bentuk kontruksi manusia belaka? Kata kematian selama ini, yang manusia kenali, selalu dipahami dalam konteks yang supernatural, sebagaimana berbagai keyakinan mengklaim bahwa kematian merupakan proses...
Manusia menurut Aristoteles adalah animal rationale, hewan yang berpikir. Berpikir bagi Aristoteles berarti mampu berbicara atau bisa berbahasa. Berbicara artinya mampu membedakan mana yang baik dan mana yang buruk. Pemikiran Aristoteles ini praktis menjadi basis dari tradisi pemikiran filsafat...
Bersamaan dengan adanya sebuah kesadaran mengenai pembayangan terhadap kehadiran bangsa negara sejak awal abad ke-20. Kemunculan sebuah simbol-simbol yang mencerminkan sebuah identitas bangsa dan negara pun turut hadir dalam semangat dekolonialisasi sebuah negara eks-koloni. Berbagai atribut seperti bendera, lagu...
Orang-orang yang sudah tua, yang merasa sudah merasakan asam garam kehidupan seringkali merasa heran dengan tingkah anak zaman sekarang, khususnya pada zaman di mana penggunaan teknologi, lebih spesifik lagi media sosial, semakin marak, semakin banyak orang-orang yang dianggap aneh...