Wabah

Mari kita lihat sejenak. Ada wabah yang sedang melanda kampus kita. Hampir semua mahasiswa terjangkit wabah ini. Wabah yang menyerang tanpa ampun, mereka melihat kita, menuntun, tapi kita tidak sadar. Barangkali sudah menjadi banal, tampak biasa, dan laiknya tak...
Banyak orang-orang di masa kini, selalu terjebak dalam romantisme masa lalu. Bahkan orang yang hidup pada masa tertentu, mengidamkan bisa hidup di masa sebelumnya. Masa sebelumnya, menunjuk pada apa yang disebut ‘zaman keemasan’. Barangkali, sikap seperti ini hanya sebuah...
/1/ Oktober 1942, hidup dengan penerimaan takdir, berarti menerima juga takdir kematian. Tidak ada yang perlu dilakukan selain penerimaan, -keridlaan-. Berarti tidak ada perlawanan, konfrontasi diakhiri, dalam segala keterbatasan akhirnya sepi takdir harus juga diterima dalam suasana getir. Nisan, /bukan kematian...
Mengutip dari tulisan Bambang Sugiharto “Dalam dunia yang kian sakit, filsafat menjaga pikiran anda tetap sehat dan jiwa anda tetap kuat.” Kutipan tersebut membuat saya yakin untuk memasukan Fakultas Filsafat dalam salah satu daftar pilihan untuk masuk perguruan tinggi. Dahulu...
Awalnya bagiku, orang yang kehilangan akalnya pun sebenarnya mereka masih dalam kondisi berpikir. Berpikir mengenai dunia yang berbeda dengan cara berpikirnya orang normal, tertawa dengan lawakan yang berbeda dengan orang normal, dan berbincang dengan bahasa alam. Aku lebih suka...
“Cogito Ergo Sum,” demikian satu kalimat terkenal dari salah seorang filsuf asal Prancis, Rene Descartes (1596-1650). “Aku berpikir, maka aku ada,” demikian pula jika kalimat di atas diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Dengan kalimat itu, Descartes hendak mengatakan bahwa aktivitas...