Sebuah tanggapan atas tulisan Danang Tp. ‘Siapakah Kita di antara Pengungsi Rohingya?’ Semoga saya tak lantas menjadi Tuhan seketika, saat menertawakan ke‘latah’an manusia-manusia dekaden yang berteriak ataupun menangis sendu membisikkan kata ‘kemanusiaan’. Padahal ‘kemanusiaan’ sudah lama mati bersama Tuhan di...
Sanjungan dan pujian menjadi dambaan bagi sebagian besar penikmat kekuasaan. Beragam sosok muncul saat ini, dipujanya yang hadir sebagai pembela ultimatum yang tertunda, melambangkan dirinya atas daripadanya nampak keadilan dan kemakmuran, mengumbar pengharapan yang dipancarkan dari kata-katanya dan mengklaim...
Kita dan Kemungkinan Solidaritas untuk Krisis Rohingnya Semoga saya tidak amat lancang menggunakan kata “kita”. Seolah saya dan anda berada dalam satu garis pikir dan rasa. Tapi biarlah, jika akhirnya saya memang teramat lancang menyatukan subjek diri saya dengan anda...
Tanggapan atas BAB 2 Filsafat Agama Einstein, karya Max Jammer Para ahli fisika berkumpul di sebuah ruangan yang berada dalam sebuah gedung besar. Pagi itu di luar salju turun ragu-ragu, awal musim dingin mulai datang, lamban. Kebanyakan orang memilih berlindung...
Pagi sekali seorang guru masuk dari pintu besar. Tergopoh-gopoh menuju mimbar di depan ruangan. Menenteng setumpuk buku besar nan tebal. Jika dilihat dari jauh buku itu tampak lapuk bersama usia uzur. Bau apek yang khas sampai pada hidung meski...

Omega

Tugasnya selesai. Sebuah jam tangan akan beroperasi sendiri. Gerigi-gerigi pada mesinnya menggerakkan jarum jam, mengukir detik demi detik. Lalu pada gilirannya akan menjadi menit dan jam. Tukang jam yang duduk dengan kaca pembesar tidak lagi memantau. Ia biarkan jam...

Wabah

Mari kita lihat sejenak. Ada wabah yang sedang melanda kampus kita. Hampir semua mahasiswa terjangkit wabah ini. Wabah yang menyerang tanpa ampun, mereka melihat kita, menuntun, tapi kita tidak sadar. Barangkali sudah menjadi banal, tampak biasa, dan laiknya tak...
Banyak orang-orang di masa kini, selalu terjebak dalam romantisme masa lalu. Bahkan orang yang hidup pada masa tertentu, mengidamkan bisa hidup di masa sebelumnya. Masa sebelumnya, menunjuk pada apa yang disebut ‘zaman keemasan’. Barangkali, sikap seperti ini hanya sebuah...
/1/ Oktober 1942, hidup dengan penerimaan takdir, berarti menerima juga takdir kematian. Tidak ada yang perlu dilakukan selain penerimaan, -keridlaan-. Berarti tidak ada perlawanan, konfrontasi diakhiri, dalam segala keterbatasan akhirnya sepi takdir harus juga diterima dalam suasana getir. Nisan, /bukan kematian...
Mengutip dari tulisan Bambang Sugiharto “Dalam dunia yang kian sakit, filsafat menjaga pikiran anda tetap sehat dan jiwa anda tetap kuat.” Kutipan tersebut membuat saya yakin untuk memasukan Fakultas Filsafat dalam salah satu daftar pilihan untuk masuk perguruan tinggi. Dahulu...