/1/ Sambil mengingat keindahan Paris yang dilukiskan Hemingway sebagai tiada pernah menunju akhir, Tiada akhir bagi cogito, kata Khoiril Maqin. Begitu juga dengan Descrates, kita terjebak dalam argumen filosofis yang sulit menemukan titik akhir. Tidak kunjung paham. Bagaimana melalui prinsip...
Pengantar Tidak seperti teks-teks berbahasa Inggris lainnya, saya merasa teks Simmel yang diterjemahkan dalam bahasa Inggris ini sangat sulit untuk bisa dipahami secara keseluruhan. Terutama kesulitan yang saya alami adalah ketika banyak istilah asing walaupun beberapa saya tahu makna harfiahnya,...
/1/ Bayangkan, Anda seorang lelaki yang masih gamang dengan identitas seksualnya dan akhirnya menemukan diri memiliki orientasi seksual pada sesama lelaki lainnya. Bayangkan, Anda seorang santri yang baru keluar dari pesantren dan menemukan diri berada di tengah pergaulan anak-anak remaja...
MAF: Siapakah figur “politisi” menurut Platon? HC: Dalam corpus platonicum, ada sekian banyak figur “politisi” yang ditampilkan Platon sebagai tokoh dalam dialog-dialognya. Dalam Protagoras dan terutama Gorgias, tokoh-tokoh yang ditampilkan Platon dalam dialog, semuanya adalah tokoh historis yang memainkan peran...
Apakah gerangan yang membuat para “filsuf-belakangan” melakukan migrasi besar-besaran ke belahan bumi sastra demi menemukan cara pengucapan baru tentang kebenaran; atau mengapa lidah Al-Ghazali tetiba menjadi kaku dalam melafalkan kebenaran hingga memilih sufisme sebagai jalur alternatif mempertahankan status quo...
Saya sepakat dengan salah satu teman saya, Taufiqurrahman, bahwa pada bulan Desember banyak orang mendadak tidak tahu diri. Bersikukuh mengklaim kebenaran tanpa mengecek terlebih dahulu sejauh mana, secara nalar, pernyataan mereka dapat dipertanggungjawabkan. Mengikuti Immanuel Kant, filsuf besar abad...
Bagaimana kita semestinya memahami kapitalisme abad ke-21 ini, meresponsnya, dan kemudian melampauinya? Berikut adalah hasil wawancara Anja Steinbauer dengan Slavoj Žižek yang—awalnya terbit dalam versi bahasa Inggris di majalah Philosophy Now edisi 122 bulan Oktober-November—saya terjemahkan ke dalam bahasa...
Bayan Azdirici Damla
Kaum agamawan biasanya akan segera berang ketika mendengar istilah fisikalisme, atau yang lebih populer lagi, materialisme. Dua istilah itu dipandang dapat menggugurkan iman. Umat beragama, karenanya, terhadap dua istilah itu dituntut untuk bersikap ingkar—bahkan sejak dalam pikiran. Sejauh sebagai konsekuensi...
Sebuah persoalan klasik dalam ilmu yang memicu pelbagai perdebatan: apakah ilmu itu bebas nilai. Dalam artikel ini, saya hendak menjawab persoalan tersebut dengan tesis bahwa ilmu tidaklah bebas nilai. Nilai yang dimaksud di sini adalah non-epistemic value (nilai non-epistemik)...