Pada zaman prasejarah kita menggunakan batu untuk bertahan hidup. Dari alat-alat sederhana yang terbuat dari batu lalu berkembang menjadi alat-alat yang terbuat dari tembaga, perunggu, dan besi yang memiliki materialitas lebih kuat. Alat-alat tersebut memiliki fungsi yang dapat disepadankan...
Potret Penyair di Dinding Siria “Syair adalah tindakan awal tanpa akhir,” teriaknya. Dan kini, usia tuanya seolah tak mampu menyudahinya menjadi juru bicara penyair Arab Kontemporer. Penyair yang lahir di desa Qassabin, Lakasia, Siria pada tahun 1930 ini bernama lahir Ali...
Penelitian tentang Kosmologi di Indonesia tidaklah semeriah penelitian ekonomi, politik, bahkan sastra. Kosmologi seakan-akan ilmu yang berada di luar jangkauan manusia. Hal tersebut berbeda dari ekonomi misalnya. Orang dapat bicara banyak mengenai ekonomi, mulai dari krisis ekonomi berkepanjangan, kemiskinan...
Spesialisasi Ilmu: Hidup Bukan Hanya Soal Gigi Beberapa waktu lalu, menjelang subuh, seorang teman bercerita: “Betapa sulitnya hidup di tengah jeratan kapitalisme”. Ketika itu di benak saya “Ah, biasa”, kapitalisme seperti juga istilah populer lain: postmodernisme, nihilisme, kritisisme dan segudang...
Sebuah persoalan klasik dalam ilmu yang memicu pelbagai perdebatan: apakah ilmu itu bebas nilai. Dalam artikel ini, saya hendak menjawab persoalan tersebut dengan tesis bahwa ilmu tidaklah bebas nilai. Nilai yang dimaksud di sini adalah non-epistemic value (nilai non-epistemik)...
Bagaimana kita semestinya memahami kapitalisme abad ke-21 ini, meresponsnya, dan kemudian melampauinya? Berikut adalah hasil wawancara Anja Steinbauer dengan Slavoj Žižek yang—awalnya terbit dalam versi bahasa Inggris di majalah Philosophy Now edisi 122 bulan Oktober-November—saya terjemahkan ke dalam bahasa...
Kasus meledaknya kilang minyak lepas pantai bernama Deepwater Horizon di kawasan Teluk Meksiko, Amerika Serikat pada tahun 2010 menjadi tinta sejarah kelam dan terburuk bagi Amerika Serikat dan dunia drilling. Ledakan Deepwater Horizon yang terjadi pada 20 April 2010...
Sebuah pengantar berjudul “Orientasi Ekonomi Pancasila” oleh Sri-Edi Swasono di dalam buku Wawasan Ekonomi Pancasila (1988) menyinggung beberapa kemungkinan dalam tubuh perekonomian Indonesia. Salah satu kemungkinan yang cukup signifikan untuk dibahas adalah persoalan apakah selama ini Indonesia berjalan dengan...
Masih menjadi perdebatan: apakah beberapa strategi yang diuji di sini—khususnya argumen praanggapan ontologis, seperti berbagai bentuk klaim identitas—lebih baik dilihat sebagai bentuk-bentuk fisikalisme reduktif atau non-reduktif? Setidaknya, ada dua bentuk implikasi epistemik apabila penjelasan fisikalisme reduktif atau non-reduktif diterima...
Seandainya kebenaran hal-ihwal kenyataan memang dapat kita jerat secara murni dan telanjang, maka seharusnya dari dulu sudah bisa dilakukan. Senyatanya, kebenaran yang ‘realistis’ itu benar-benar enggan tiba di pikiran. Ia memang hadir, tapi selalu saja sudah dalam keadaan terbungkus...