Tugas saya kita pada diskusi kali ini adalah menimbang kemungkinan-kemungkinan filsafat sebagai kritik. Topik ini diangkat untuk paling tidak menjadi respon atas dua hal: a) jargon kematangan ilmu-positif yang membuat segalanya seakan sudah tidak perlu diperdebatkan lagi secara filosofis,...
MAF: Siapakah figur “politisi” menurut Platon? HC: Dalam corpus platonicum, ada sekian banyak figur “politisi” yang ditampilkan Platon sebagai tokoh dalam dialog-dialognya. Dalam Protagoras dan terutama Gorgias, tokoh-tokoh yang ditampilkan Platon dalam dialog, semuanya adalah tokoh historis yang memainkan peran...
Gejala “krisis kepemimpinan” sedang menyergap republik ini, terlihat dari mencuatnya sejumlah ketidakpuasan terhadap kepemimpinan politik pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla yang baru terpilih. Namun, bila di satu sisi krisis itu dapat dibaca sebagai delegitimasi atau merosotnya legitimasi politik pemimpin di mata...
Spesialisasi Ilmu: Hidup Bukan Hanya Soal Gigi Beberapa waktu lalu, menjelang subuh, seorang teman bercerita: “Betapa sulitnya hidup di tengah jeratan kapitalisme”. Ketika itu di benak saya “Ah, biasa”, kapitalisme seperti juga istilah populer lain: postmodernisme, nihilisme, kritisisme dan segudang...
Bayan Azdirici Damla
ركا ئبه فالحب دينى وإيما نى # أدين بدين الحب اين توجهت I follow the religion of Love/ whatever way Love’s camels take, that is my religion and my faith Aku beragama dengan agama cinta/ ke manapun ia bergerak, maka cinta...
Tanggal 17 Januari 1793 mungkin adalah hari yang tidak akan pernah di lupakan oleh Louis XVI (Louis-auguste, duc de berry) sampai ke neraka. Hari itu, adalah saat pembacaan tuntutan mati untuknya atas dakwaan “konspirasi terhadap kebebasan publik dan keamanan...
/1/ Sambil mengingat keindahan Paris yang dilukiskan Hemingway sebagai tiada pernah menunju akhir, Tiada akhir bagi cogito, kata Khoiril Maqin. Begitu juga dengan Descrates, kita terjebak dalam argumen filosofis yang sulit menemukan titik akhir. Tidak kunjung paham. Bagaimana melalui prinsip...
Tokoh sejarah rata-rata mati dua kali. Pertama kali ia dimakamkan. Kedua kali ketika ia dibangun sebagai monumen. Sebuah lead yang dibangun Goenawan Mohamad di dalam esainya, monumen. Memang tesis GM seperti mencekik, tapi tak sepenuhnya benar. Jika tokoh sejarah...
Masih teringat di benak saya ketika seorang pengajar paruh baya menyuguhkan representasi doktrin Aristoteles di layar pembesarnya. Jika ingatan saya belumlah pudar, maka dia menggambarkan doktrin substansi tersebut seperti struktur isi kayu. Jika kita membelah sebuah kayu menjadi dua,...