Danang TP

0 POSTS 0 COMMENTS
Pelaku sejarah, belajar filsafat ilmu, aktif mengorganisir diri sendiri.
/1/ Sambil mengingat keindahan Paris yang dilukiskan Hemingway sebagai tiada pernah menunju akhir, Tiada akhir bagi cogito, kata Khoiril Maqin. Begitu juga dengan Descrates, kita terjebak dalam argumen filosofis yang sulit menemukan titik akhir. Tidak kunjung paham. Bagaimana melalui prinsip kesangsian atas segala sesuatu, kemudian ditandaskan pula ketepatan penalaran, ditambah lagi posisi Tuhan yang semakin kuat? Descartes belum juga puas,...
Tanggapan atas BAB 2 Filsafat Agama Einstein, karya Max Jammer Para ahli fisika berkumpul di sebuah ruangan yang berada dalam sebuah gedung besar. Pagi itu di luar salju turun ragu-ragu, awal musim dingin mulai datang, lamban. Kebanyakan orang memilih berlindung di balik selimut, cuaca awal musim selalu disambut dengan kemalasan. Tapi tidak dengan para ahli fisika itu, mereka berdebat, berdiskusi,...
/1/ Oktober 1942, hidup dengan penerimaan takdir, berarti menerima juga takdir kematian. Tidak ada yang perlu dilakukan selain penerimaan, -keridlaan-. Berarti tidak ada perlawanan, konfrontasi diakhiri, dalam segala keterbatasan akhirnya sepi takdir harus juga diterima dalam suasana getir. Nisan, /bukan kematian benar menusuk kalbu/ keridlaanmu menerima segala tiba/ Begitulah Chairil anwar, atau lebih tepatnya segi lain Chairil. Bukan Chairil yang meledak-ledak, bukan...