Frumensius Arwan

1 POSTS 0 COMMENTS
Penulis saat ini merupakan mahasiswa di Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara Jakarta dan Ketua di Jurnal Driyarkara.
Kosmologi tradisional pada mulanya berasumsi bahwa bumi adalah pusat alam semesta. Orang-orang Yunani menginterpretasikan peristiwa-peristiwa alam di langit sedemikian rupa sebagai dekat dengan mereka karena langit dianggap sebagai wilayah ketuhanan, yang sempurna dan tidak berubah. Kosmos abad pertengahan dikatakan bersifat terbatas, dan terutama mengusung konsep alam semesta geosentris. Bahkan, hukum-hukum alam seperti keteraturan musim berpusat pada manusia,...
Instagram
WhatsApp