Haz Algebra

3 POSTS 0 COMMENTS
Dokter muda, pendiri L’Nous Institute.
“(Hidup) . . . adalah sebuah kisah yang diceritakan oleh orang idiot,  penuh hingar dan amarah, yang tidak berarti apa-apa.” —William Shakespeare (Macbeth, 1606) Apakah Kita Sedang Hidup di Alam Semesta Hoax? Barangkali pertanyaan ini teramat ganjil dan menggelitik. Terutama bagi jiwa-jiwa rigid nan rapuh yang senantiasa bergelut dan bergumul dalam upaya-upaya pelayanan terhadap ‘kebenaran’. Juga wabilkhusus bagi mereka yang hidup khidmat...
Apakah gerangan yang membuat para “filsuf-belakangan” melakukan migrasi besar-besaran ke belahan bumi sastra demi menemukan cara pengucapan baru tentang kebenaran; atau mengapa lidah Al-Ghazali tetiba menjadi kaku dalam melafalkan kebenaran hingga memilih sufisme sebagai jalur alternatif mempertahankan status quo keimanan; mengapa pula Marquiz de Shade rela mengiris-iris jejarinya dan menuangkan darahnya di atas kain baju, celana, kaos kaki, dan...
Seandainya kebenaran hal-ihwal kenyataan memang dapat kita jerat secara murni dan telanjang, maka seharusnya dari dulu sudah bisa dilakukan. Senyatanya, kebenaran yang ‘realistis’ itu benar-benar enggan tiba di pikiran. Ia memang hadir, tapi selalu saja sudah dalam keadaan terbungkus rapi oleh paradigma, dibonsai oleh logika, sebagai sesuatu yang kita anggap ini atau itu, atas nama akal-akalan koherensi (keruntutan antar...
Instagram
WhatsApp