Muhammad Al-Fayyadl

0 POSTS 0 COMMENTS
Alumnus Universite Paris-8 Prancis
Judul: Keadilan Etis dan Keadilan Politis: Pandangan Levinas tentang Keadilan Penulis: David Tobing Penerbit: Penerbit Kedai Sinau Tahun Terbit: 2017 Kita menghuni suatu dunia yang mengalami antinomi antara Universalitas dan Singularitas, antara Yang Abstrak (dalam rupa Idea) dan Yang Konkret, antara transendensi dan imanensi, antara Yang Absolut dan Yang Relatif—daftar ini bisa diperpanjang. Sederhananya, kita mengalami dunia yang dihuni oleh kontradiksi, pada fase...
Hervé Touboul (Alih bahasa dan anotasi oleh Muhammad Al-Fayyadl) Kita tiba pada dekonstruksi yang menyentuh moral. Tentu saja dekonstruksi ini menjauh dari Marx, tapi pertanyaannya, sampai mana? 1/ Dialektika Hegelian menafikan kelainan (alteritas), setidaknya dalam penerimaannya yang paling ketat. Dialektika itu sarat dengan waktu linear, bentuk ruang dari waktu ini adalah garis, sementara waktu différance berjalan dengan penspasian. Suatu masyarakat, bagi Derrida,...
Hervé Touboul (Alih bahasa dan anotasi oleh Muhammad Al-Fayyadl) Ini adalah tugas yang berisiko, tetapi saya sungguh berterima kasih kepada penyelenggara seminar ini— Isabelle Garo, Jean-Numa Ducange, dan Jean Salem—yang memberi saya kesempatan untuk mengambil risiko ini, dengan membahas tema Derrida membaca Marx. Tugas yang berisiko, setidaknya karena tiga alasan: 1/ Karya Derrida terbit baru-baru ini, dan kita belum memiliki kesempatan untuk...
Kita berada dalam suatu masa di mana katup Sejarah telah dilepas, dan Sejarah bergerak tanpa tujuan. Tak ada lagi tujuan transendental yang menjadi “akhir Sejarah”—di mana umat manusia tiba pada suatu babakan yang mengakhiri semuanya secara dramatis. Tak ada “surga Sejarah”, tempat umat manusia menemukan pemuasannya atas makna Sejarah, dan mengatakan: “Sejarah telah berakhir”. Segala yang pernah hadir di...
Problem filsafat apapun tentang Tuhan adalah superposisi prinsip-prinsip dan konsep-konsep logis atas objek yang dibicarakannya, dengan menetapkan prinsip atau konsep itu terlebih dulu, lalu memasukkan “Tuhan” ke dalamnya, mengukur dan menyesuaikannya dengan prinsip atau konsep itu, dan menutupnya dalam suatu konklusi atau tesis filosofis. Problem deduktif ini—disebut “deduktif”, karena mengandaikan bahwa prinsip itu lebih luas daripada Tuhan, bahwa prinsip...
Sebagai seorang penulis, Benedict Anderson lebih dikenal sebagai seorang sejarawan, antropolog, dan kritikus atau komentator sastra; seorang aesthete dalam artinya yang kontemporer. Tetapi, di samping identitas-identitas itu, Ben dapat juga dibaca sebagai seorang filsuf. Dalam arti ini, kita kehilangan seorang penulis yang telah membawakan diskursus filosofis dalam caranya yang khas, yang memungkinkannya merayap intim di antara ilmu-ilmu sosial dan...
MAF: Siapakah figur “politisi” menurut Platon? HC: Dalam corpus platonicum, ada sekian banyak figur “politisi” yang ditampilkan Platon sebagai tokoh dalam dialog-dialognya. Dalam Protagoras dan terutama Gorgias, tokoh-tokoh yang ditampilkan Platon dalam dialog, semuanya adalah tokoh historis yang memainkan peran kunci dalam sejarah paideia Yunani klasik, seperti misalnya Protagoras, Gorgias, Kallikles, Pollos, yang dalam sejarahnya dikenal sebagai sofis terkemuka. Tentu...
Gejala “krisis kepemimpinan” sedang menyergap republik ini, terlihat dari mencuatnya sejumlah ketidakpuasan terhadap kepemimpinan politik pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla yang baru terpilih. Namun, bila di satu sisi krisis itu dapat dibaca sebagai delegitimasi atau merosotnya legitimasi politik pemimpin di mata (sebagian) rakyatnya, di sisi lain, krisis itu juga dapat dilacak pada sesuatu yang fundamental—dan secara internal menjadi pemicu delegitimasi tersebut—yaitu...