Muhammad Qatrunnada Ahnaf

0 POSTS 0 COMMENTS
Mahasiswa Filsafat UGM menyukai quote dari Sun Tzu: “Be extremely subtle, even to the point of formlessness. Be extremely mysterious, even to the point of soundlessness. Thereby you can be the director of the opponent’s fate.” —Sun Tzu
Penulis melihat bahwa pembahasan mengenai posisi dan martabat perempuan menjadi isu yang krusial di Indonesia. Dapat dilihat dari berbagai argumentasi yang dibangun oleh tokoh-tokoh “agamawan” berpengaruh Indonesia, perihal posisi dan martabat perempuan. Salah satu contohnya adalah Felix Siauw. Siauw (2018) “berdakwah” dengan menganalogikan perempuan dengan makanan. Makanan yang dijadikan analogi adalah Pisang Goreng dengan Lapis Legit. Secara sederhana, Siauw berpandangan...
Tulisan ini tercipta dari kejenuhan penulis terhadap tiga tahap evolusi sosial/akal-budi Auguste Comte. Penulis berpikir bahwa pemikiran Comte terlalu gegabah dan merupakan suatu bentuk dari bias. Hal tersebut dapat dimengerti melalui pemikirannya. Comte berpandangan, sesuai dengan prinsip positivisme dan tahapan akal-budi/sosialnya, bahwa konsep religius dan konsep metafisik haruslah digantikan dengan konsep ilmu pengetahuan yang bersifat positif. Namun, apakah benar...
Manusia tentu memiliki identitas. Identitas dapat dimaknai sebagai hal yang membedakan sesuatu dengan yang lain. Dengan begitu, identitas manusia yang membedakan manusia dengan yang lain—yang lain dapat diartikan sebagai benda lain, makhluk lain, maupun manusia lain. Lantas, apa yang menyebabkan manusia memiliki identitas? Tentu jawabannya adalah karena manusia memiliki tubuh. Apa jadinya jika manusia tidak memiliki tubuh? Tanpa tubuh, manusia...