Raju Moh. Hazmi

0 POSTS 0 COMMENTS
Mahasiswa Program Magister Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Andalas.
Hingga kini, deret tanya tentang keadilan masih saja menggumuli tubuh kultus sang pengada. Keadaan yang menjerumuskan kita pada titik singgung tentang sang adil terus menjerat sang pengada, tatkala kubangan realitas hukum negeri ini tak mampu menitahkan sepenggal nilai akan  seruan keadilan. Bahkan, tidak ada pekikan yang lebih lantang dari seruan keadilan dan tidak ada hujatan yang lebih sering terlontar...
Keadilan, begitulah sebutan orang-orang yang mengklaim dirinya sebagai suprahistoris. Ia dilukiskan sebagai sebuah keutamaan yang patut untuk dikejar, sebuah keutamaan yang menjadi fundamental dari seluruh hubungan sosial dan politik. Turunnya simbol dewi keadilan Iustitia dengan sehelai kain menutupi kedua mata sembari memegang neraca dan pedang di kedua tangannya. Nihil dalam memihak tatkala partai politik bertikai, hal-hal yang menyangkut kesetaraan...