Teguh Hindarto

3 POSTS 0 COMMENTS
Rohaniwan, Pengamat Sosial, Pegiat Literasi, dan Penulis Blog
Jika Filsafat Eksistensialisme harus diringkas dengan sebait lagu, tinimbang tumpukkan buku berisikan perspektif filsuf yang kerap berliku, saya memilih syair lagu My Way oleh Frank Sinatra yang bersuara merdu: "Yes, there were times, I'm sure you knew" (Ya, memang ada saat-saat, aku yakin kau tahu)/ "When I bit off more than I could chew" (Ketika aku kumenggigit lebih dari...
Kita hidup di dunia yang semakin cepat. Kecepatan menjadi norma kehidupan sosial masa kini khususnya di kalangan urban society (masyarakat perkotaan), sebagaimana dikatakan Yasraf A. Piliang, “Kecepatan, kini tidak saja menjadi ukuran kemajuan, ia bahkan menjadi paradigma sosial, politik, ekonomi, budaya dan kehidupan kontemporer” (Dunia Yang Dilipat: Tamasya Melampaui Batas-Batas Kebudayaan, 2010:81). Kecepatan adalah konsekuensi logis di mana masyarakat...
“Pak, bukankah Filsafat itu ilmu yang mengawang-awang?”, demikian pertanyaan seseorang yang seorang pendidik, saat dia mengetahui saya mengikuti sebuah kelas filsafat publik untuk empat kali pertemuan yang diselenggarakan oleh LSF Cogito di lingkungan Fakultas Filsafat UGM. Dengan senyum getir saya berpikir, bagaimana filsafat yang diklaim sebagai Mater Scientiarum (induk ilmu pengetahuan) akhirnya mendapat predikat buruk hanya sebagai “ilmu yang mengawang-awang?”...
Instagram
WhatsApp